Monolog Inggit: “Mereka Tak Tahu Siapa Saya” [2]

Monolog Inggit menjadi salah satu upaya mengenalkan kembali Inggit Garnasih kepada masyarakat. Sejarah telah melupakan salah satu pahlawan tanpa tanda jasa yang telah membentuk seorang proklamator dan negarawan-negarawan pejuang bangsa ini. Api Bandung berupaya menyebarkan semangat itu dimulai dari Bandung, kota pusat pergerakan Indonesia.

pram.redesign

Tari Adat Seusai Monolog Inggit di makam Inggit Garnasih. Tari Adat Seusai Monolog Inggit di makam Inggit Garnasih.

Saya pikir, setelah selesai kegiatan Mieling Inggit Garnasih Ka-127 di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih[i], saya akan kembali ke kampus mengurusi beberapa hal yang perlu dikerjakan di sana. Begitu pula dengan Pak Mif, yang juga berpikiran sama dengan saya. Maka, saya bilang pada beliau bahwa saya akan ikut nebeng ke kampus menggunakan motor beliau.

Ternyata, Teh Cici mengajak saya dan Pak Mif untuk berziarah dulu ke makam Ibu Inggit. Yah, karena kami memang sedang mieling beliau, maka ziarah pun harus dilakukan sebagai salah satu acara penting, yaitu mengantarkan do’a. Sebelum berangkat, kami kembali menuju Kabuyutan Braga untuk menyimpan beberapa barang dan menitipkan motor Pak Mif di sana. Kang Tubagus Adhi[ii], yang tadinya tidak mau ikut, akhirnya ikut juga menziarahi makam Ibu Inggit. Kami semua tidak tahu bahwa perjalanan yang direncanakan sebentar itu, akan memakan waktu hingga sore hari.

Lihat pos aslinya 1.101 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s