Rajah Bangsa

Diambil dari https://mirajdodikurniawan.files.wordpress.com/2013/09/1hatta11.jpg

Para pendiri bangsa

Pada awalnya, bait-bait ini dibuat sebagai permintaan maaf kami – khususnya saya – pada para pendahulu kami, para founding father yang sering kami candai, diheureuyan wae. Tapi kemudian, saya menyadari sesuatu yang penting saat menyaksikan penampilan Adew Habtsa dan Rekan (AHDR) di hadapan puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam beberapa hari yang lalu. Justru candaan itulah cara kami mengerti jiwa mereka yang telah tiada, mereka yang menitipkan idealisme-nya di atas bahu kami, di atas petikan lirik-lirik perjuangan dan diskusi ringan tiap hari Rabu sore. Katakanlah, Semangat Bandung Belum Mati!

Rajah Bangsa

Dalam tiap tetes kata, rintik canda, dan genangan tawa
Kami hanya ingin mencari, memerhati, dan memahami
Tiap delik mata, gelitik asa, derap raga, dan kecup cinta
Para pengukir bangsa di mana pun mereka
Menebar gelora dalam dada manusia-manusia

Dalam tiap percikan nada, kilatan rima, dan kobaran doa
Kami hanya ingin mengharap, menatap, menetap
Jemari rasa pancasila
Kendali masa dasasila
Untuk mereka, rakyat berwarna dari dua benua

Dalam tiap langkah ke depan, kepalan tangan, dan buncah harapan
Kami merajah bangsa dengan irama

Pramukti [9 September 2015]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s